Kata orang [Siapakah orang yang berkata seperti itu....?], pilih-pilih dalam berteman itu nggak boleh. Apa iya? Kalau nggak cocok gimana? Masa’ mau dipaksa, yang akhirnya malah jadi nggak enak untuk masing-masing pihak? Memilih untuk berteman dengan tipe orang tertentu, tidak selalu berarti tidak mau berteman dengan tipe orang yang lain kan? Banyak hal yang bisa melatarbelakangi proses pemilihan teman dan atau proses berjalannya pertemanan itu sendiri.
Nggak usah jauh-jauh, perhatikan sekeliling. Di Kampus, dalam satu ruangan misalnya ada 45 orang. Semuanya berteman, dan dalam hal ini tidak pilih-pilih. Tapi kemudian dengan sendirinya akan terseleksi dan mulailah proses pemilihan itu terjadi. Alasannya bisa bermacam-macam, misalnya ketertarikan akan hal atau kegiatan yang sama, cara berpikir yang sama, dan lain-lain. Lebih simpelnya, cocok-cocokan lah. Kesamaan ketertarikan atau cara berpikir itu menjadi magnet yang menarik pihak-pihak yang bersangkutan ke satu kubu.
Tetapi seperti magnet, ada gaya tarik menarik, juga ada gaya tolak menolak. Anggota kubu-kubu yang berbeda itu, meskipun tetap berteman, sangat mungkin merasa tidak nyaman dalam bergaul dengan anggota kubu “tipe” lain. Mungkin karena ketika saatnya berinteraksi, mereka kehilangan topik pembicaraan karena sulit mencari kesamaan, akhirnya….pembicaraan jadi hambar, masing-masing memilih diam dan mencari pengalih perhatian. Saya misalkan Si A yang senangnya traveling ke gunung dan off-road bisa pusing kalau disuruh ngobrol sama si B yang cuma senagnya baca komik. Baca Selengkapnya »