Arfan personal site

Help me please for linux study

June-16-08

Pilih-pilih Teman

Kata orang [Siapakah orang yang berkata seperti itu....?], pilih-pilih dalam berteman itu nggak boleh. Apa iya? Kalau nggak cocok gimana? Masa’ mau dipaksa, yang akhirnya malah jadi nggak enak untuk masing-masing pihak? Memilih untuk berteman dengan tipe orang tertentu, tidak selalu berarti tidak mau berteman dengan tipe orang yang lain kan? Banyak hal yang bisa melatarbelakangi proses pemilihan teman dan atau proses berjalannya pertemanan itu sendiri.

Nggak usah jauh-jauh, perhatikan sekeliling. Di Kampus, dalam satu ruangan misalnya ada 45 orang. Semuanya berteman, dan dalam hal ini tidak pilih-pilih. Tapi kemudian dengan sendirinya akan terseleksi dan mulailah proses pemilihan itu terjadi. Alasannya bisa bermacam-macam, misalnya ketertarikan akan hal atau kegiatan yang sama, cara berpikir yang sama, dan lain-lain. Lebih simpelnya, cocok-cocokan lah. Kesamaan ketertarikan atau cara berpikir itu menjadi magnet yang menarik pihak-pihak yang bersangkutan ke satu kubu.

Tetapi seperti magnet, ada gaya tarik menarik, juga ada gaya tolak menolak. Anggota kubu-kubu yang berbeda itu, meskipun tetap berteman, sangat mungkin merasa tidak nyaman dalam bergaul dengan anggota kubu “tipe” lain. Mungkin karena ketika saatnya berinteraksi, mereka kehilangan topik pembicaraan karena sulit mencari kesamaan, akhirnya….pembicaraan jadi hambar, masing-masing memilih diam dan mencari pengalih perhatian. Saya misalkan Si A yang senangnya traveling ke gunung dan off-road bisa pusing kalau disuruh ngobrol sama si B yang cuma senagnya baca komik.

Tidak setiap orang dianugerahi sifat supel yang pintar menyesuaikan diri dengan berbagai tipe orang. Bahkan si supel pun pasti akan punya kecenderungan untuk memilih lebih sering bergaul bersama tipe orang tertentu [yang biasanya sih sama-sama supel].

Tidak semua orang memiliki communication skill yang cukup tinggi sehingga mampu mengobrol dengan nyaman mengenai berbagai topik dengan orang-orang yang berbeda. Bahkan orang yang punya communication skill tinggi pun pada waktu dan tempat tertentu bisa memilih untuk berdiam diri dan tidak menyapa siapapun.

***

Mungkin akan ada teman yang bertanya, kenapa sih ngomongin soal milih-milih temen….. Nggak lagi pengen aja. Karena memperhatikan beberapa hal yang terjadi di lingkungan sekeliling. Ada orang yang ikutan satu milis tapi nggak pernah muncul, ternyata karena dia lebih memilih untuk aktif di milis lain yang suasananya lebih “sreg” untuknya. Ada orang yang memilih menjauhi si A [meskipun tetap berteman, sih], karena cara berbicara si A membuat dirinya tidak nyaman. Ada juga orang yang memilih untuk berteman dengan tipe orang-orang tertentu, karena kondisinya memang harus seperti itu.

Jadi pilih-pilih teman itu boleh atau nggak? Liat kondisinya dulu donk…. Jangan pilih-pilih teman dengan niat yang tidak benar. Itu saja deh. Selebihnya, proses pemilihan teman itu akan berjalan dengan sendirinya. Dan rasanya sih itu nggak salah…..ya nggak sih?

Add A Comment